Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Batu Saluran Kemih – Mengenal Penyakit Batu Ginjal & Penangannya

Batu saluran kemihPenyakit batu ginjal merupakan salah satu penyakit sistim saluran kemih yang paling sering dijumpai dibidang urologi  disusul gangguan pembesaran prostat pada laki-laki usia lanjut. Pada penderita batu saluran kemih sering tidak ditemukan gejala apapun, sehingga batu ginjal sering terdeteksi secara kebetulan melalui pemeriksaan USG atau Rontgen, bahkan ditemukan ginjal yang sudah tak berfungsi lagi.

Ini disebabkan karena batu ginjal yang cukup besar jarang menimbulkan keluhan karena batu didalam ginjal relatif tidak bergerak, ditambah persepsi orang awam bahwa batu dapat dihancurkan pakai ramuan obat. Batu yang masih kecil dapat masuk ke ureter dan bisa mengakibatkan sakit pinggang yang hebat (kolik) disertai rasa mual. Sebaliknya sakit pinggang tidak selalu sebagai tanda adanya batu di saluran kemih. Hanya sebagian kecil penderita batu saluran kemih yang merasakan sakit pada saat buang air kecil.

Etiologi (Penyebab)

Pembentukan batu ginjal sampai saat ini belum semuanya dapat ditemukan penyebabnya. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya penyakit batu ginjal antara lain :

  1. faktor kelainan metabolisme dalam tubuh terhadap zat-zat tertentu misalnya kalsium, asam urat.
  2. faktor dehidrasi yang mempengaruhi konsentrasi air kemih.
  3. faktor kelainan pada ginjal sendiri dengan gangguan aliran air kemih.
  4. aktor infeksi saluran kemih berulang kali.
  5. faktor kecenderungan timbul batu pada beberapa anggota keluarga  dalam satu family dengan riwayat batu ginjal  juga perlu  diwaspadai.

Sekitar 65% penderita batu saluran kemih biasanya mendapat residif (Terbentuk batu kembali).

Jenis batu ginjal:

Batu saluran kemih ada beberapa macam jenis, yaitu :

  • Batu kalsium oxalat
  • Kalsium oxalat monohydrat
  • Kalsium oxalat dehydrat
  • Batu kalsium fosfat
  • Batu asam urat
  • Batu magnesium ammonium fosfat (batu infeksi)
  • Batu sistim

Dari jenis – jenis batu  tersebut yang paling sering ditemukan adalah batu kalsium oxalat, disusul batu asam urat (sekitar 20%).

Lokasi batu ginjal:

  • Batu ginjal

    Kebanyakan batu saluran kemih awalnya terbentuk  dalam rongga ginjal, dalam hal ini penderita jarang mengalami keluhan yang berarti.

  • Batu ureter (saluran ginjal)

    Batu yang masuk ke ureter biasanya menimbulkan sakit yang hebat dan aliran air seni dari ginjal akan tersumbat dan mengakibatkan ginjal terbendung dan membengkak. Batu ureter sebaiknya jangan ditunda terlalu lama, karena meskipun tak ada keluhan akan mengganggu fungsi ginjal disebabkan penyumbatan tersebut.

  • Batu buli (Kandung kemih)

    Batu buli bisa menimbulkan sakit pada saat buang air kecil. Penderita sering terasa buang air kecil tak nyaman. Batu dalam kandung kemih bila dibiarkan bisa jadi lebih besar dari telor ayam. Batu yang besar ini lebih jarang menimbulkan keluhan.

  • Batu Urethra (Saluran bagian bawah)

    Batu yang masuk ke urethra biasanya menyumbat, sehingga pasien tiba-tiba tidak bisa buang air kecil atau hanya menetes. Dalam hal ini perlu pertolongan segera oleh dokter urologi.

Gejala Klinis:

Sakit pinggang yang cukup hebat secara tiba-tiba dan menjalar sampai ke perut bagian depan disertai rasa mual muntah dan rasa kembung biasanya merupakan suatu tanda adanya batu ureter, kadang timbul pendarahan sewaktu buang air kecil. Keluhan ini sering hilang timbul. Tidak selalu ada keluhan saat buang air kecil, kecuali batu ureter tersebut sudah turun mendekati kandung kemih. Batu yang terdapat didalam ginjal jarang menimbulkan keluhan seperti diatas dan bila batu sudah cukup besar tidak akan bisa turun ke ureter lagi.

Pemeriksaan:

Selain pemeriksaan fisik pada penderita batu ginjal juga perlu pemeriksaan lainnya seperti USG dan Rontgen. Pemeriksaan urin dan darah di laboratorium tidak cukup untuk membuktikan adanya batu di saluran kemih . Hasil urin yang normal tidak berarti bebas dari batu ginjal. Pemeriksaan awal yang cepat dan akurat untuk mendeteksi batu ginjal adalah dengan USG, yang biasanya bisa langsung dilakukan oleh dokter urologi. Bila perlu akan dilakukan pemeriksaan rontgen. Namun tidak semua jenis batu dapat dilihat dalam foto rontgen, kadang-kadang perlu pemeriksaan Endoskopi (RPG = Retrograde Pylografi) untuk mencari lokasi batu bila ingin dilakukan tindakan.

Pengobatan:

Pada saat tiba-tiba timbul kolik yang hebat biasanya pengobatan tidak cukup dengan obat minum untuk menghilangkan sakit. Untuk meredakan sakit kolik tersebut, biasanya dibutuhkan injeksi obat penahan sakit. Bila keluhan membaik akan dilakukan pemeriksaan selanjutnya untuk melihat kemungkinan adanya batu saluran kemih.

Sampai saat ini, satu-satunya cara yang paling efektif dalam pengobatan batu saluran kemih adalah dengan mengeluarkan batu tersebut. Dimasa lalu, hal tersebut dilakukan dengan cara operasi. Batu ukuran kecil biasanya tidak memerlukan tindakan, kecuali batu tersebut mengakibatkan penyumbatan yang cukup berat disertai adanya demam. Dalam hal ini dokter akan menyarankan tindakan yang perlu dilakukan.

Pengobatan batu ginjal kini sudah semakin berkembang dan maju dengan hadirnya teknologi canggih yang disebut ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), yaitu menghancurkan batu ginjal dari luar tubuh menggunakan gelombang kejut, sehingga pecahan batu dapat keluar bersama urin. Hampir semua jenis batu ginjal dengan ukuran tertentu bisa diatasi dengan tindakan ini. Untuk batu ureter selain tindakan ESWL dapat juga dilakukan penembakan dengan alat khusus yang disebut Lithoclast, khususnya untuk batu ureter bagian bawah.

Penembakan batu ginjal (ESWL) termasuk tindakan yang cukup aman, efektif dengan resiko yang jauh lebih kecil dibanding operasi yang harus dilakukan dengan bius total. Untuk batu ukuran besar disarankan  untuk melakukan tindakan operasi.

Pengobatan batu saluran kemih dengan tindakan apa yang paling efektif tergantung ukuran dan lokasi batu tersebut. Untuk itu perlu konsultasi dengan dokter spesialis urologi dan kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan tindakan yang paling efektif dengan resiko yang lebih kecil dalam pengobatan batu saluran kemih.

Pencegahan:

Pencegahan terutama ditujukan untuk mengurangi faktor – faktor yang memudahkan pembentukan batu saluran kemih. Kelainan metabolisme dalam tubuh diusahakan pengobatannya bila memungkinkan. Selain itu harus dicegah keadaan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) melalui cukup minum. Bila terdapat infeksi saluran kemih yang berulang harus diobati sebaik mungkin. Bagi penderita batu saluran kemih perlu pemeriksaan rutin pada dokter urologi untuk menghindari kemungkinan komplikasi, terutama bagi mereka yang pernah mendapat penyakit batu ginjal lebih dari satu kali.

Pencegahan umum pada penderita batu saluran kemih :

  • Jumlah minum yang cukup (minum 2 liter/hari)
  • Olahraga
  • Usahakan berat badan yang ideal
  • Mengatur jenis makanan yang merata
  • Terapi infeksi saluran kemih.
  • Kontrol rutin pada dokter urologi

Dr.med. S. Halim, SpU

(Spesialis Bedah Urologi)

Leave a Reply


× 8 = sixteen