Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Dampak Diabetes Pada Kehamilan

Agar proses persalinan selamat, ibu hamil penderita diabetes harus menjalankan pola hidup sehat. Jika tidak, akan memicu penyulit kelahiran.
Kencing manis atau diabetes pada kehamilan dalam istilah kedokteran disebut dengan Diabetes Mellitus Gestasional. Diabetes dimasa kehamilan merupakan keadaan dimana kandungan gula darah tinggi. Menurut Dr.Yahya Darmawan, SpOG, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, kehamilan sendiri memicu metabolisme peredaran gula darah dalam tubuh.

Berdasarkan penelitian diluar negeri 4-9 persen ibu hamil memiliki potensi diabetes mellitus gestasional. Sedangkan 90 persen disebabkan oleh tipe 1 dan 2,yaitu adanya riwayat diabetes mellitus keluarga, usia ibu hamil melebihi 30 tahun, pernah mengalami preeklamsia ( keracunan kehamilan ), pernah melahirkan bayimati atau cacat bawaan,dan masa remaja sudah didiagnosa menderita diabetes.

” penyakit ini bisa terlihat pada kehamilan trimester ketiga,” kata Yahya.
Dalam kehamilan terjadi perubahanmetabolisme endokrin dan karbohidrat yang berfungsi menunjang  masuknya nutrisi bagi janin serta juga menunjang persiapan untuk menyusui kelak. Glukosa dapat masuk secara tetap ke janin melalui plasenta sehingga kadar glukosa antara janin dan ibu hampir sama. Tetapi disini insulin ibu tidak dapat masuk ke janin, sehingga kadar gula ibu yang mempengaruhi kadar pada janin. Pengendalian kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh hormon insulin, disamping juga hormon lainnya, seperti, estrogen,steroid,dan plasenta laktogen.

Pada ibu hamil terjadi lambatnya penyerapan makanan,akibatnya menjadi kekurangan glukosa yang cukup lama dan tentu saja  menuntut kebutuhan hormon insulin.

Menjelang kehamilan cukup bulan kebutuhan insulin akan meningkat sehingga mencapai 3 kali dari keadaan normal. Secara fisiologik telah terjadi resistensi insulin yaitu bila ditambah dengan insulin dari luar maka tidak mudah terjadi kekurangan glukosa.

Penatalaksanaan Gula Darah
Penatalaksanaan diabetes pada kehamilan sebaiknya dilakukan terpadu antara dokter kandungan, dokter penyakit dalam, ahli gizi dan dokter anak. Sedangkan sasaran penatalaksanaan adalah mencapai kadar gula yang normal yaitu gula darah puasa kurang dari 105 mg/dl. Satu jam setelah makan 195 mg/dl, dua jam setelah makan 165 mg/dl,dan tiga jam setelah makan 145 mg/dl. Hal ini dapat dicapai dengan pengaturan makan dan bila diperlukan dapat diberikan insulin untuk menurunkan kadar gula darah agar mencapai normal.

Dalam pengaturan makan, ibu hamil dianjurkan menambah kalori sebanyak 300 kalori dan protein sebesar 1-1,5 gram. Selain itu, biasakan juga hidup sehat dengan menjalankan olahraga dan istirahat cukup selama kehamilan. Sedangkan penggunaan insulin biasanya dimulai dengan dosis yang kecil dan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai kadar gula darah yang normal. Tidak perlu kuatir terhadap pengaruh buruk insulin pada pertumbuhan janin. Justru pemberian insulin ini diharapkan dapat tercapainya kadar gula darah normal. Sehingga janin dapat berkembang dengan baik dan terhindar dari kesulitan pada saat melahirkan.

Risiko yang ditakutkan.
Masalah yang paling ditakutkan ibu hamil menderita diabetes adalah kelainan bawaan, janin yang besar, gawat napas, kekurangan glukosa, dan kalsium, bayi kuning, cacat bawaan, dan kematian janin dalam kandungan. Untuk menghindari risiko tersebut perlu dilakukan deteksi dini dengan pemeriksaan.” Pada usia kandungan 28 minggu sebaiknya dilakukan cek jantung janin dengan cara merekam detak jantungnya,” ujarYahya. Jika hasilnya kurang bagus dapat dilakukan geophysical profile untuk mengetahui gerak janin.

Sedangkan pada ibu hamil dengan diabetes mellitus getasional yang tidak diobati dapat menimbulkan risiko terjadinya penyulit pada kehamilan berupa preeklamsia, lahir premature, kelainan letak pada janin, cairan ketuban yang berlebihan dan infeksi pada saluran kemih.”Ibu yang mengalami diabetes pada kehamilan dapat berlanjut mengidap penyakit ini setelah persalinan. Karena itu disarankan agar setelah persalinan pemeriksaan gula darah secara berkala,” imbuh yahya.

”Ibu yang mengalami diabetes pada kehamilan dapat berlanjut mengidap penyakit ini setelah persalinan. Karena itu disarankan agar setelah persalinan pemeriksaan gula darah diulang secara berkala”.

Disadur dari majalah Familigading Juni 2007

Dr.Yahya Darmawan, SpOG
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Mitra Kemayoran Jakarta

Leave a Reply


× six = 42