Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Hidup Seimbang 24 Jam

Disadur dari :
http://www.tabloidwanitaindonesia.net/CMpro-v-p-841.html

Dr. Andreas Prasadja, RPSGT

Ditemukannya bola lampu listrik mengubah wajah dunia, mendorong terjadinya revolusi industri, gaya hidup berubah, hingga berpengaruh pada jam biologis kebanyakan manusia.

Dr. Andreas Prasadja, Sleep Physician, menjelaskan bahwa di zaman tradisional di mana masyarakat belum mengenal bola lampu listrik, malam gelap mengondisikan manusia untuk tidur. Kebiasaan itu bergeser ketika memasuki zaman modern ketika masyarakat mengenal bola lampu listrik, malam menjadi terang, otak membaca malam yang diterangi lampu listrik sebagai siang.

Kebiasaan berubah, bekerja tidak selalu harus siang, apalagi sekarang era internet, dunia dalam segenggam telepon selular. Perubahan kebiasaan ini, pada sebagian orang mengakibatkan terjadinya gangguan tidur. Sesuatu yang acapkali tidak disadari dampak panjangnya, padahal itu bisa merugikan kesehatan.

Tidur Bukan Bentuk Kemalasan
Contoh negara yang memiliki kesadaran akan pentingnya tidur cukup secara seimbang, Andreas menyebut Jepang. “Banyak perusahaan di Jepang menyediakan tempat khusus untuk karyawan tidur siang. Tidur itu bukan bentuk kemalasan. 20 menit tidur siang sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas karyawan,” jelas Andreas.

Gangguan tidur jenisnya bermacam-macam, jumlahnya lebih dari 90 jenis, di antaranya yang akrab terdengar adalah insomnia dan hipersomnia. Ngorok ketika tidur juga harus diwaspadai. Ngorok termasuk gangguan tidur. Agar belok sedikit, di Amerika Serikat, ngorok menjadi penyebab ketiga terjadinya perceraian, setelah kasus perselingkuhan dan masalah finansial.

Bagaimana dengan jam biologis kita? Penting untuk mengetahui apakah tidur kita sudah berkualitas, apakah durasi tidur kita sudah sesuai, sehingga kita bangun dalam keadaan segar-bugar dan siap beraktivitas dalam kondisi prima.

Gambar berikut ini memperlihatkan jam biologis manusia selama 24 jam, berguna untuk mengukur apakah pola hidup kita sudah normal atau seimbang, atau masih perlu dibenahi agar menjadi seimbang. Manusia normal memiliki kebiasaan yang dijalani setiap hari. Kebiasaan tersebut akan terasa janggal jika sehari saja tidak dilakukannya, entah karena ada halangan atau lupa. Kebiasaan yang setiap hari dilakukan secara terus-menerus menjadi rutinitas, menjadi cetakan untuk membentuk karakter atau bingkai pola hidup.

Manusia normal memiliki jam biologisnya sendiri-sendiri, tetapi setidaknya hampir semua orang memiliki reratanya. Contoh paling mudah adalah tidur pada malam hari, terbangun pagi hari, rasa lapar, rasa kantuk dan lain sebagainya. Orang yang sudah terpola hidupnya, tentu akan sangat sulit buang air besar pada jam dimana dia tidak biasa buang air besar, dalam keadaan normal. Bisa dikatakan mereka yang tidak biasa sarapan, pagi-pagi disuruh sarapan akan terasa janggal. Itulah jam biologis, yang akan berdampak pada sistem metabolisme tubuh.

”Ada kasus khusus di mana orang hanya butuh tidur tiga sampai empat jam setiap malam, seperti MargaretThatcher, memang butuh tidurnya pendek, tapi yang seperti itu tidak banyak,” ujar Andreas.

Leave a Reply


3 + eight =