Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Penyakit & Kelainan Tulang Belakang – Bagaimana Mengatasinya?

Kesehatan tulang belakang yang baik sangat diperlukan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Gangguan kesehatan tulang belakang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari dan melakukan aktifitas sehari-hari dengan cara yang salah juga dapat mengganggu kesehatan tulang belakang.

Berbicara kesehatan tulang belakang tidak hanya dilihat dari tulangnya saja, tetapi dilihat dari tulang belakang berikut sendinya; lengkungan / kurva tulang belakang; bantalan sendi (diskus intervertebralis); otot dan jaringan pengikat (ligamen) serta jaringan saraf yang berhubungan dengan tulang belakang.

Gangguan kesehatan tulang belakang yang terjadi dapat berupa gangguan yang berhubungan dengan kurva tulang belakang (kifosis, lordosis lumbal yang berlebihan, skoliosis); gangguan yang berhubungan dengan tulang dan sendi (osteoarthrosis, osteoporosis, patah tulang, spondilolistesis, sindroma faset); gangguan yang berhubungan dengan bantalan sendi dan saraf (hernia nukleus pulposus / HNP, iritasi radiks, spinal stenosis); gangguan yang berhubungan dengan ligamen (sprain ligamen interspinosus, sindroma sakroiliaka) dan gangguan yang berhubungan dengan otot (nyeri “myofascial”).
Kesehatan tulang belakang yang dibahas saat ini adalah kesehatan tulang belakang yang berhubungan dengan biomekanika tubuh.

Gejala dan tanda klinis gangguan kesehatan tulang belakang yang terjadi dapat dari “tanpa gejala / asimptomatik” sampai dengan yang menimbulkan gejala ringan sampai berat.

Gejala dan tanda klinis yang ditimbulkan dapat berupa nyeri tengkuk/leher, nyeri punggung atas, nyeri punggung tengah dan nyeri punggung bawah yang dapat disertai atau tanpa disertai nyeri rujukan ke anggota gerak atau nyeri kepala; kesemutan pada anggota gerak; kelemahan bahkan kelumpuhan anggota gerak; kelainan bentuk tubuh; ataupun gejala lainnya seperti vertigo, gangguan pernafasan, gangguan berkemih dan lain-lain.

Deteksi dini gangguan kesehatan tulang belakang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang belakang.
Deteksi dini dapat dilakukan dengan mengetahui riwayat gangguan tulang belakang pada keluarga; melakukan pemeriksaan fisik yang baik dan benar secara rutin; melakukan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan pemeriksaan kepadatan massa tulang (Bone Densitometri) sesuai indikasi.
Tetapi yang sangat perlu diingat adalah pemeriksaan diagnostik tersebut harus selalu didasarkan pada penemuan klinik, dan jangan mengulang pemeriksaan yang telah dilakukan, kecuali memang bermanfaat. Interpretasi hasil pemeriksaan diagnostik juga harus ada relevansinya dengan riwayat klinis dan pemeriksaan fisik. Jadi jangan menyebutkan penyakitnya hanya berdasarkan foto rontgen atau MRI.

Jadi secara dini kenalilah apakah ada kelainan/ gangguan pada tulang belakang dan jika ditemukan kelainan/gangguan, maka segeralah menemukan, mengoreksi atau mengobati faktor penyebabnya.

Berikut beberapa hal pola hidup sehat yang dapat diperhatikan untuk menjaga kesehatan tulang belakang yaitu sejak awal koreksilah faktor biomekanika tubuh yang salah; lakukanlah aktifitas sehari-hari dengan cara yang baik dan benar dengan memperhatikan biomekanika tubuh baik saat posisi statis dan dinamis seperti saat berbaring, duduk, berdiri, berjalan, mengangkat beban atau melakukan aktifitas fisik lainnya; hindarilah posisi statik dalam waktu lama;  saat melakukan aktifitas hindarilah penggunaan tenaga yang berlebihan atau tak terkontrol; maksimalkanlah puncak kepadatan massa tulang selama massa pertumbuhan; jagalah kepadatan massa tulang; jagalah kekuatan dan kelenturan baik otot, jaringan pengikat (ligamen) dan bantalan sendi tulang belakang dengan melakukan latihan fisik / olahraga secara benar dan teratur; jangan menggunakan sepatu dengan hak tinggi; pakailah sepatu beralas karet; hindarilah penggunaan obat dengan efek mengantuk atau mengganggu keseimbangan; kalau memang diperlukan pergunakanlah kacamata, alat bantu dengar dan tongkat sesuai kebutuhan.

Untuk menjaga kesehatan tulang belakang selain memperhatikan biomekanika tulang belakang, juga harus memperhatikan biomekanika tubuh secara keseluruhan baik termasuk anggota gerak atas dan bawah, karena “disfungsi akan menyebabkan disfungsi”. Jadi, tanpa memperhatikan faktor biomekanika tubuh secara keseluruhan,  penanganan atau tindakan apapun termasuk operasi, maka keberhasilan penanganan tidak akan tercapai, dikemudian hari akan terulang lagi bahkan dapat menimbulkan disfungsi di struktur atau organ lain.

Nyeri adalah sensasi yang tidak menyenangkan dapat berupa perasaan sakit yang tertusuk, perih, rasa sayatan, berdenyut, rasa terbakar dan lain-lain stimulus/rangsangan yang dihubungkan dengan kerusakan jaringan. Nyeri merupakan suatu respon emosional dan pengalaman subyektif dimana setiap orang akan berbeda rasa nyerinya dan mempunyai satu dan hanya satu fungsi yaitu mengingatkan kita akan bahaya.

Nyeri merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oleh seseorang dengan gangguan pada tulang belakang dan sering mengganggu aktifitas sehari-hari.

Penanganan nyeri yang berhubungan dengan gangguan kesehatan tulang belakang dapat dilakukan dengan mengoreksi faktor biomekanik yang salah; obat-obatan; modulator nyeri; “Behavioral Modifier” (seperti: latihan relaksasi, biofeedback, “guided visual imagery”, terapi musik, hipnosis); berbagai prosedur intervensi (“spray and stretch, injeksi titik triger, akupunktur, blok saraf, radiofrekuensi, operasi) dan penanganan faktor psikososial.

Program latihan fisik yang diberikan untuk menjaga kesehatan tulang belakang harus disesuaikan dengan kondisi yang ada, diberikan dengan cara dan dosis yang benar dengan memperhatikan kinesiologi dan biomekanika tubuh.

Program latihan fisik yang diberikan dapat berupa latihan khusus otot punggung seperti latihan metode Egoscue dan latihan skoliosis; latihan penguatan otot abdomen dan anggota gerak, latihan kelenturan, latihan koordinasi, latihan pola jalan yang benar, latihan pernafasan dalam dan latihan kebugaran.
Pada seseorang dengan osteoporosis, latihan fisik harus mempunyai unsur pembebanan pada tubuh atau anggota gerak dan penekanan pada aksis tulang (latihan Weight Bearing). Umumnya direkomendasikan latihan erobik intensitas rendah seperti berjalan, jogging dan berdansa.

Olahraga berjalan adalah latihan yang sangat bermanfaat karena merupakan kombinasi rangsangan mekanik pada tulang belakang dan tulang anggota gerak bawah serta kontraksi intermiten otot-otot tubuh bagian belakang dan otot anggota gerak bawah . Dianjurkan olahraga jalan dilakukan 3-5 kali seminggu dengan durasi 30 menit persesi. Olahraga jalan dapat ditingkatkan dengan jarak yang lebih jauh dengan waktu tetap, yang sebaiknya dimonitor berdasarkan panduan dokter.
Walaupun berenang tidak terbukti memperbaiki densitas tulang, tapi berguna untuk mengembangkan rongga dada, ekstensi tulang belakang serta kebugaran jantung dan pernafasan.

Latihan pada seorang usia lanjut harus direncanakan dengan seksama dan hati-hati, sangat memperhitungkan manfaat dari latihan tersebut dan memperhatikan kondisi umum baik struktural maupun fungsional. Program latihan yang didemonstrasikan di televisi atau klub kebugaran mungkin kurang cocok, terutama bila disertai gerakan melompat.
Latihan membungkuk ke depan juga harus dihindari untuk pasien yang mempunyai risiko osteoporosis karena menambah kecenderungan tulang belakang patah.

Koreksi problem biomekanika tulang belakang dapat mempergunakan alat penyanggah tulang belakang seperti korset, brace khusus yang diberikan untuk mengoreksi ketidakseimbangan biomekanik yang tidak dapat dikoreksi oleh program peregangan dan penguatan yang spesifik.
Alat bantu jalan seperti cane, walker, sepatu dengan alas khusus digunakan untuk mengurangi beban tekanan pada sendi.

Aktivitas kegiatan sehari-hari yang dilakukan seringkali juga dapat menambah problem yang ada bahkan  menambah kecenderungan  patah tulang akibat jatuh.
Meningkatkan keamanan dalam rumah atau lingkungan pekerjaan merupakan bagian dari program pencegahan, seperti pengaturan susunan peralatan rumah tangga atau lingkungan pekerjaan secara ergonomis, menghindari penggunaan barang yang dapat menggangu kebebasan berlangkah (karpet, meja beroda dll); pemakaian pegangan pada tangga; pencahayaan cukup, menggunakan lampu malam di kamar tidur dan kamar mandi; kamar mandi dilengkapi dengan pegangan dinding dan karpet antislip; segera bersihkan dan keringkan ubin yang  basah dan lain-lain.

Dr. Satrio Tjondro, SpKFR
Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi
RS Mitra Kemayoran

10 Responses to “Penyakit & Kelainan Tulang Belakang – Bagaimana Mengatasinya?”

  1. avatar dayang nuraini says:

    maaf dok.. boleh kah saya bertanya? abang sy mengalami sakit yg awalnya diperkirakan beberapa dokter adalah syaraf terjepit. sekarang dia sdh hampir tidak bisa berjalan,kakinya jd mengecil. dlm proses pengobatannya ada jg dokter yg mendiagnosabukan syaraf terjepit. karena tdk ada perubahan sekarang keluarga membawanya berobat Kuching, Sarawak-Malaysia>setelah dilakukan MRI kurang lebih 5 kali tp belum ditemukan penyakitnya. yg pasti bukan syaraf terjepit. tulang belakangnya jg normal. sdh dilakukan tes cairan tulang belakang,sampelnya berwarna kekuningan. menurut dokter yg merawatnya, kondisi abang sy tsb sangat langka,blm diketahui apa penyakitnya. menurut dokter apa yg hrskm lakukan dan ke mana baiknya?

    • Masalah abang anda ini memang gejalanya seperti syaraf yang terjepit. Tetapi jika hasil MRI yang sudah dilakukan berulang kali dan tidak ditemukan apa-apa, kemungkinan besar sakit abang ini disebabkan karena faktor imun abang anda yang terlalu berlebihan sehingga menyerang tubuh abang anda sendiri. Kami sarankan anda untuk mencari dokter spesialis penyakit dalam khusus Imunology agar bisa secepatnya tertangani. Jangan lupa untuk membawa semua hasil pemeriksaan yang lalu untuk diperlihatkan kepada dokter tersebut. terima kasih

  2. avatar Hanny says:

    Saya mau bertanya jika saya sering sakit di punggung sama leher itu bagaimana penyembuhannya. Saya sudah foto leher katanya ada paracervical muscle spasm. Yang punggung belum rontgen. Apa bisa fisioterapi? Kalau bisa fisioterapi apa yang cocok?

    • Nyeri pada tulang belakang termasuk tulang leher sering disebabkan karena faktor usia yang menyebabkan degeneratif tulang belakang/tulang leher pada usia lanjut tersebut. Penyebab lain yang juga sering terjadi adalah karena faktor Trauma yang terjadi ditulang belakang/tulang leher. Faktor-faktor trauma yang sering terjadi antara lain:
      = Kelainan anatomis tubuh karena tulang belakang/tulang leher yang tidak lurus (bengkok) seperti pada penderita Scoliosis
      - Terbentur benda keras atau kecelakaan lain seperti jatuh terduduk dsb nya
      - Sering membawa benda-benda berat seperti tas tangan, Ransel, angkat barang-barang berat, termasuk angkat anak-anak kita, yang membuat beban yang cukup besar di tulang belakang kita
      - Posisi duduk atau tidur yang salah yang menyebabkan tulang belakang/tulang leher kita melengkung saat duduk atau tidur
      - Kipas angin atau AC yang terus menerus mengarah ke tubuh sehinga menimbulkan kram otot-otot disekitar tulang belakang termasuk tulang leher.

      Karena tulang belakang termasuk tulang leher merupakan tempat keluarnya syaraf yang berasal dari otak, bila terjadi gangguan di tulang belakang termasuk tulang leher dapat mengganggu syaraf yang keluar dari tulang belakang/tulang leher tersebut. Bila cedera tulang belakang termasuk tulang lehernya cukup parah, bisa menyebabkan penjepitan syaraf di daerah cedera tersebut sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman seperti yang ayah anda rasakan saat ini.

      Kami anjurkan anda untuk memeriksakan masalah anda ini ke dokter spesialis Orthopaedy terlebih dahulu, untuk dilakukan pemeriksaan secara seksama penyebab nyeri yang anda keluhkan ini. Bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan MRI untuk diketahui penyebabnya dan dilakukan fisioterapi untuk mengurangi rasa sakit yang mengganggu tersebut. Anda bisa datang ke Klinik “Jakarta Orthopaedyc Center” di Lantai 3 RS Mitra Kemayoran. untuk jam praktek dokter anda bisa menghubungi di nomor ini (021)6545555 Terima kasih

  3. avatar syariah Ali says:

    salam kenal, saya mepunyai anak perempuan 14 tahun yang dari hasil MRI dari RS Gatot Subroto diketahui mempunyai kelainan tulang belakang (scoliosis) disarankan untuk di operasi, namun saya sangat keberatan…meng ingat resiko dan biayanya yang besar…saya sekarang mencari-cari dan pergi ke alternatif , namun setelah 3 bulan belum mendapatkan hasil …bila membaca berbagai pengalaman rata-rata mereka melakukan operasi, tapi saya sangat takut membayangkannya..adakah cara lain dokter..agar bahu anak saya bisa seimbang dan punggungnya lurus..terimakasih..

    • Operasi atau tidaknya Scoliosis memang tergantung dari tingkat keparahan Scoliosis nya. Anjuran dokter anda untuk melakukan operasi kemungkinan memang disebabkan karena Scoliosis yang terjadi sudah cukup parah dan juga kemungkinan dipertimbangkan karena usia anak anda yang masih berumur 14 tahun, yang merupakan usia dimasa pertumbuhan. Operasi pada usia ini memang akan memberi hasil yang lebih baik daripada operasi setelah masa pertumbuhannya berhenti yaitu setelah diatas 18 th. Terima Kasih

  4. avatar Lauren says:

    Saya mau tanya, kalo sering sakit dipunggung saat habis mengambil barang yang jatuh dan jika demam sampai tidak bisa bangun dari kasur atau sakit sekali, sejauh ini saya blum memeriksa secara dlm, apakah bahaya jika dibiarkan? Dan usia saya masih cukup muda yaitu 15 tahun, saya memiliki penyakit anemia dan maag , apa kah itu mempengaruhi?

    • Nyeri tulang belakang/punggung seperti ini sering disebabkan karena faktor Trauma yang terjadi ditulang belakang/punggung anda. Faktor-faktor trauma yang sering terjadi antara lain:
      = Kelainan anatomis tubuh karena tulang belakang/punggung yang tidak lurus (bengkok) seperti pada penderita Scoliosis
      - Terbentur benda keras atau kecelakaan lain seperti jatuh terduduk dsb nya
      - Sering membawa benda-benda berat seperti tas tangan, Ransel, angkat barang-barang berat, termasuk angkat anak-anak kita, yang membuat bebean yang cukup besar di tulang belakang kita
      - Posisi duduk atau tidur yang salah yang menyebabkan tulang belakang/punggung kita melengkung saat duduk atau tidur
      - Kipas angin atau AC yang terus menerus mengarah ke tubuh sehingga menimbulkan kram otot-otot disekitar tulang belakang/punggung.

      Karena tulang belakang/punggung merupakan tempat keluarnya syaraf yang berasal dari otak, bila terjadi gangguan di tulang belakang dapat mengganggu syaraf yang keluar dari tulang belakang/punggung tersebut. Bila cedera tulang belakang/punggungnya cukup parah, bisa menyebabkan penjepitan syaraf di daerah cedera tersebut. Anemia dan sakit Maag juga mempengaruhi rasa sakit di punggung anda

      Kami anjurkan anda untuk memeriksakan sesegera mungkin masalah anda ini ke dokter spesialis Orthopaedy terlebih dahulu, untuk dilakukan pemeriksaan secara seksama penyebab nyeri yang anda keluhkan ini. Bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan MRI untuk diketahui penyebabnya dan dilakukan fisioterapi untuk mengurangi rasa sakit yang mengganggu tersebut. Anda bisa datang ke Klinik “Jakarta Orthopaedyc Center” di Lantai 3 RS Mitra Kemayoran. untuk jam praktek dokter anda bisa menghubungi di nomor ini (021)6545555 ext 3777, Terima kasih

  5. avatar Erin aline says:

    Salam..
    dok, saya s’org pegawai swasta. usia saya 20 thn.
    d perusahaan tmpt saya bkrja kmrn tlah mlakukan MCU. dan letika saya foto torax, trnyta sy br tau bhw tulang blkg.saya bengkok. sy gadis yg pendek. smua klwrga saya tinggi. namun kake sy pendek jg. sy fikir sy itu pendek krna turunn. tp stelah liat hsl foto torax, sy jd brfikir apa pnybb’y krna itu.
    apakh itu mnybabkn penghambatan masa pertumbuhan?
    apa yg hrs saya lakukan dok?
    Trims.

    • Tulang belakang yang bengkok atau yang disebut Scoliosis memang bisa disebabkan oleh banyak hal dari cedera saat lahir, cara menggendong yang salah saat masih bayi, membawa tas ransel yang terlalu berat saat sekolah atau suka membawa beban-beban yang berat, Trauma karena terjatuh dan sebagainya. Sayang memang baru diketahui setelah masa pertumbuhan anda sudah lewat. Kalau usia anda masih dibawah 17 th, yaitu dimasa pertumbuhan, perbaikan kelaianan ini membawa hasil yang lebih baik. Tetapi kami tetap menganjurkan anda untu memeriksakan masalah anda ini ke dokter spesialis Orthopaedy yang khusus tulang belakang umtuk diperiksa lebih lanjut apakah Scoliosis anda ini masih dapat dilakukan perbaikan semaximal mungkin. Anda bisa datang ke klinik Jakarta Orthopaedyc Center” di lantai 3 RS Mitra Kemayoran untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tertima kasih


Leave a Reply


two + 4 =