Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Mengatasi Gangguan Sendi Lutut

Osteoarthritis, penyakit sendi degeneratif dapat terjadi pada setiap orang tua. Penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi yang berkembangnya secara lambat.  Tulang rawan sendi berfungsi sebagai bantalan pada ujung tulang. Bantalan ini juga bermanfaat sebagai pelumas. Dengan adanya bantalan itu, maka tidak akan terasa sakit saat menggerakkan persendian. Tapi, bagi penderita osteoarthritis, bantalan itu akan rusak karena kehilangan pelumas. Itulah sebabnya, nyeri sendi merupakan keluhan utama penderita penyakit ini.

Sendi yang biasanya menjadi sasaran penyakit ini adalah sendi yang sering digunakan sebagai penopang berat badan. Daerah yang sering terkena seperti sendi tangan/kaki, sendi-sendi besar yang menanggung beban/berat badan tubuh, seperti sendi tulang belakang, sendi lutut, dan sendi panggul.

Berbagai faktor risiko bisa menjadi penyebab. Namun, bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun akan lebih sering terkena penyakit ini. Dari segi jenis kelamin, frekwensi penderita osteoarhtritis lebih banyak dialami oleh wanita di atas 50 tahun. Faktor risiko lain adalah karena keturunan, kegemukan, dan cidera sendi akibat pekerjaan atau olahraga.

Data yang dilansir oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyebutkan 40 persen penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun akan menderita osteoarhtritis lutut. Dari jumlah itu, 80 persen di antaranya berdampak pada keterbatasan gerak. Berbagai keluhan yang sering dialami oleh penderita nyeri sendi lutut pada usia lanjut. Antara lain adalah pinggang rasa nyeri, leher kaku, bahu rasa sakit dan tidak bisa diangkat, lutut sakit, dan panggul ngilu.

Gejala yang ditimbulkan oleh osteoarthiritis adalah nyeri sendi yang khas, yakni bertambah berat pada waktu menopang berat badan atau saat melakukan aktivitas/gerakan, namun bisa membaik bila diistirahatkan. Pada beberapa penderita, nyeri sendi dapat timbul setelah istirahat lama. Misalnya, duduk di kursi atau di jok mobil dalam perjalanan jauh, terkadang juga dirasakan setelah bangun tidur di pagi hari.

Berbagai faktor yang dapat memperburuk gangguan sendi, di antaranya berat badan yang berlebihan. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban pada sendi sehingga osteoarthritis semakin sering terjadi.
Perjalanan penyakit osteoarthritis terdiri dari empat stadium. Pada stadium lanjut, seperti stadium 3 dan 4, sering kali sendi, terutama lutut, menjadi bengkok sehingga diperlukan penggantian sendi lutut. Sementara pada stadium yang lebih awal, seperti stadium 1 dan 2, pencegahannya dapat dilakukan dengan pembersihan sendi.

Pembersihan dan pencucian sendi yang dikenal dengan istilah debridement dan lavage saat ini dapat dilakukan dengan bantuan arthroscopy. Alat ini merupakan teropong yang dapat dimasukkan ke dalam sendi sehingga kelainan dalam sendi bisa dilihat secara langsung.

Alat ini juga dapat digunakan untuk diagnosis dan terapi (pengobatan) pada sendi, baik di lutut, bahu, siku, pergelangan tangan, kaki, maupun panggul dengan indikasi utama untuk cidera sendi akibat olahraga. Sebelumnya penanganan osteoarthritis dilakukan dengan operasi konvensional. Yakni, teknik operasi dengan luka besar. Teknik ini memerlukan proses pemulihan lebih lama dan risiko operasi pun lebih besar.

Dengan perkembangan teknologi kedokteran memungkinkan risiko tersebut bisa dikurangi, yakni dengan menggunakan arthoscopy. Lewat alat ini dokter dapat memasukkan teropong kecil ke dalam sendi dan melihat keadaan sendi di layar monitor. Dengan demikian, luka untuk memasukkan alat ini sangat kecil, sekitar 1,5 centimeter dan biasanya hanya diperlukan dua buah luka kecil.

Dalam penggunaan arthroscopy, dokter melakukan pembersihan sendi yang sakit dengan mencucinya hingga bersih. Selain itu, dokter dapat pula melihat langsung ke dalam sendi dan apabila ada kelainan maka dapat dilakukan perbaikan atau tindakan lain melalui luka yang kecil tadi. Kelainan dalam sendi yang sulit dilihat dengan pemeriksaan radiologis dapat pula dilihat secara langsung melalui arthroscopy.
Keuntungan operasi dengan alat ini adalah minimal invasive, luka operasi lebih kecil, pemulihan lebih cepat, dan risiko lebih kecil.

Dr. Roy Edward, SpOT ( Spesialis  Orthopedi & Traumatologi )


RS Mitra Kemayoran, Jakarta

Leave a Reply


3 + eight =