Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Mengobati Keputihan dan Penyakit Menular Seksual

Mengobati keputihan harus dilakukan secepatnya pada gejala awal. Keputihan adalah keluhan tersering yang dialami wanita. Hampir 60% kasus poliklinik kandungan adalah keluhan mengenai keputihan. Mengobati  keputihan harus dilakukan oleh profesional di bidang medis yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Keputihan adalah keluarnya cairan tubuh yang berlebihan dari vagina.  Cairan tubuh itu sebenarnya adalah reaksi kelenjar vagina, bisa merupakan reaksi yang normal, bisa juga merupakan rekasi dari suatu penyakit, misalnya penyakit menular seksual.

Jadi, apakah keputihan merupakan hal yang wajar ?
Ya, keputihan ”fisiologis” terjadi karena sekresi kelenjar vagina. Sekresi itu bertujuan untuk menjaga vagina tetap bersih. Cairan yang dihasilkan tidak berwarna/keruh dan tidak berbau.

Keputihan normal diketemukan pada :

  • Bayi baru lahir 10 hari, akibat pengaruh hormon estrogen ibu terhadap rahim dan vagina, saat janin masih dalam kandungan.
  • Perempuan yang mengalami haid pertama kali.
  • Perempuan reproduksi menjelang haid.
  • Perempuan dewasa yang dirangsang atau terangsang.
  • Masa subur perempuan karena peningkatan hormon estrogen.

Keputihan karena reaksi inflamasi dapat disebabkan karena :
1.   Kelainan pada alat kelamin bawaan atau didapat.  Misalnya : akibat cedera persalinan, operasi pengangkatan rahim
2.   Benda asing  Misalnya : kondom, spiral, tampon.
3.   Menopause  Akibat perubahan hormonal. Vagina kering, sering timbul rasa gatal karena tipisnya lapisan sel.

Mengapa kita perlu memperhatiakan kebersihan organ vagina ?
Sebenarnya di dalam vagina terdapat bakteri, 95% adalah bakteri yang baik sedangkan sisanya adalah bakteri patogen. Agar ekosistem seimbang, dibutuhkan tingkat keasaman (pH balance) pada kisaran 3,8-4,2. Dengan tingkat keasaman tersebut, Lactobacillus (bakteri baik) akan subur dan bakteri patogen akan mati.

Adanya perubahan dalam kekentalan, jumlah dan warna merupakan petunjuk adanya gangguan. Keputihan yang berlebihan dapat disebabkan karena gangguan keseimbangan lingkungan vagina, atau iritasi vagina. Apabila keputihan yang terjadi disertai rasa gatal, panas, bau, yang tidak enak, dan iritasi disekitar vagina, hal ini merupakan tanda terjadinya vaginitis (infeksi vagina).

Penyakit Menular Seksual (PMS) bukan penyakit yang sepele, karena dapat merenggut seluruh kehidupan kita yang indah ini. Mulai dari penyakit infeksi sederhana seperti keputihan karena bakteri komensal sampai HIV yang sangat merugikan kehidupan manusia.

Keputihan yang tidak normal biasanya merupakan PMS yang mungkin berasal dari :
1.    Bakteri
2.    Jamur
3.    Parasit
4.    Virus

Bakteri yang menyebabkan PMS antara lain :
- Chlamydial
- Gonorrhea
- Syphilis  : Chancroid & Granuloma

Jamur yang menyebabkan keputihan berupa cairan kental, berwarna putih susu, dan gatal. Vagina akan tampak kemerahan akibat radang. Penyakit jamur banyak terjadi pada kehamilan, kencing manis, menopause, kegemukan dan akseptor pil KB

Jamur seringkali menyerang ibu hamil. Kondisi ibu hamil menyebabkan tingkat keasaman vagina berubah. Hal ini menyebabkan ibu hamil sangat rentan terserang bakterial vaginosis dan candidiasis vagina. Padahal beberapa antibiotik tidak dapat diberikan dengan leluasa pada ibu hamil. Terapi khusus diperlukan pada kasus-kasus ini.

Parasit penyebab terbanyak adalah Trichomonas vaginalis. Cairannya banyak, berbuih seperti sabun dan bau, gatal sekali, vulva kemerahan, nyeri dan perih bila buang air kecil (BAK).

Virus yang menyebabkan PMS adalah :
- Herpes
- Human Papiloma Virus (HPV)
- Moluscum Contagiosum

Herpes genitalis :
Sering menyerang pada musim pancaroba, dan mengenai penderita dalam kondisi badan yang sedang lemah karena terlalu lelah atau dalam kehamilan. Penyakit ini juga tergolong penyakit menular seksual.

Human Papiloma Virus/HPV sejak dahulu diketahui sebagai penyebab kondiloma akuminatum atau kutil kelamin, sekarang diketahui sebagai penyebab kanker serviks.

Dr. Ekarini Aryasatiani, SpOG
Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS. Mitra Kemayoran

Leave a Reply


+ 6 = fourteen