Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Nyeri Pada Lutut

Nyeri pada lutut tidak perlu kita takuti tapi sebaiknya diwaspadai karena pada umumnya tidak berbahaya dan mudah diatasi. Tentunya kita harus tahu kapan kita perlu mengkonsultasikan problem nyeri lutut ini. Beberapa patokan yang dapat dipakai adalah bila nyeri itu berlangsung dalam waktu yang lama, menyebabkan hambatan gerak, disertai bengkak disekitar sendi dan nyeri-nyeri yang timbul pada posisi atau gerakan tertentu.

Secara singkat lutut terdiri dari tulang, kapsul, rawan sendi, meniscus, ligament, otot dan syaraf, semua bagian ini bekerja untuk menghasilkan gerakan lutut yang sempurna. Bila kita perhatikan nyeri lutut dapat terjadi pada semua umur. Pada anak-anak nyeri biasanya karena pertumbuhan lutut yang kurang sempurna, karenanya perlu kita atasi sedini mungkin agar pada waktu mereka selesai tumbuh atau memasuki usia dewasa muda, ketidaksempurnaan ini sudah teratasi. Kelainan yang perlu mendapat perhatian adalah Chondromalacia yaitu tulang rawan sendi yang kurang keras, discoid meniscus atau bentuk meniscus yang tidak sempurna, Osgood Schalter’s disease akibat terangkatnya ligament patella dari tulang, penyakit rematik pada anak, bentuk lutut O atau X, tumor-tumor jinak seperti osteochondroma. Ada pula penyakit yang perlu mendapat perhatian lebih seperti TBC sendi atau juga Osteomyelitis karena infeksi pada tulang. Yang sangat serius adalah tumor-tumor ganas pada anak yang perlu ditangani sedini mungkin karena berakibat fatal bila lambat ditangani.

Pada orang dewasa penyebab nyeri pada lutut bisa karena trauma seperti terjatuh, keseleo, cedera waktu olahraga baik yang disadari ataupun tidak. Banyak orang yang menganggap cedera-cedera ini ringan dan cukup diurut atau diserahkan pada pengobatan secara tradisional, padahal cedera-cedera tertentu bisa merupakan bola salju, yang bila tidak ditangani secara adekuat akan menimbulkan penyakit lutut yang kompleks di kemudian hari. Keterbatasan pengetahuan pengobatan tradisional juga dapat menimbulkan cacat permanen yang sulit dikoreksi bila sudah terlambat walau dengan tindakan pembedahan yang canggih sekalipun seperti patah tulang di dalam sendi yang tidak disadari oleh penderita dan umumnya hanya dikira hanya keseleo biasa. Sebaliknya bila diketahui dini dengan tindakan bedah sederhana yang tidak memerlukan perawatan yang lama kelainan – kelainan lutut yang kompleks ini dapat ditangani secara sempurna. Tindakan pembedahan ini menggunakan alat yang dinamakan arthoscopy, dimana kulit hanya dibuka selebar 1 cm ( bandingkan dengan tindakan pembedahan konvesional dimana kulit dipotong sepanjang 15 cm ), tidak menimbulkan perdarahan dan sehingga penderita tak perlu menginap ataupun bila perlu rawat inap cukup 1 hari saja. Dengan alat ini kita bisa memperbaiki meniscus dan ligament yang robek juga tumor – tumor jinak pada selaput sendi atau kerusakan tulang rawan sendi yang tak terlalu luas, mengangkat loose bodies disamping juga mendiagnosa penyakit – penyakit yang sulit dideteksi dengan pemeriksaan radiologis.

Pada usia ini perlu diwaspadai nyeri karena kelainan diluar lutut, misalnya akibat otot paha yang lemah, cedera ligament lutut sebelah dalam, biasanya penderita mengeluh nyeri terutama kalo dari posisi jongkok ke berdiri, tak kuat kalau harus naik tangga atau hampir jatuh secara tiba – tiba karena lutut terasa tak bertenaga, dengan bimbingan yang baik kelainan ini juga mudah diatasi. Penyebab luar yang lain adalah kelainan – kelainan di sendi panggul atau juga gangguan di tulang belakang (HNP) yang bisa menekan atau menjepit syaraf disekitar lutut yang tentunya memerlukan penanganan yang lebih kompleks. Tentu semua orang juga mengerti nyeri lutut bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan dan kurangnya olahraga, karenanya dianjurkan untuk olahraga secara teratur dan makan seimbang, dimana hal ini juga mencegah terjadinya penyakit karena asam urat pada orang yang punya penyakit asam urat. Pada dewasa muda sering kita jumpai ”habitual patellar dislocation” yaitu tempurung lutut yang mudah terlepas pada pergerakan tertentu yang kadang – kadang memerlukan tindakan pembedahan bila cara konservatif dengan penguatan otot gagal mengatasi hal ini.

Pada usia yang lebih lanjut diatas 45 tahun mulailah terjadi penyakit degeneratif pada lutut dikarenakan kerusakan tulang rawan sendi yang disebut arthritis. Penderita pada stedium awal akan mengeluh kaku sendi di pagi hari lama – lama disertai rasa nyeri di lutut terutama bila jongkok berdiri atau naik tangga dan diakhiri dengan nyeri permanen dan gerakan sendi yang sangat terbatas yang kadang – kadang memaksa penderita untuk tidak berjalan lagi walau kondisi tubuh masih cukup sehat. Kelainan ini dikenal dengan pengapuran walau istilah ini sebetulnya kurang tepat karena sebetulnya tidak terjadi penumpukan kapur disendi yang menyebabkan mitos bahwa minum susu atau kalsium akan menambah berat penyakit ini, padahal penyakit ini tidak ada hubungan dengan kalsium sebaliknya kalsium perlu dikonsumsi secara teratur untuk mencegah osteoporosis. Lebih jauh ditambahkan osteoporosis tidak menimbulkan nyeri lutut sehingga nyeri lutut tidak bisa diatasi dengan kalsium.

Penyebab arthritis digolongkan dalam dua kelompok besar yaitu yang primer karena memang tulang rawan sendi sudah aus atau gugus karena dipakai terus menerus seperti ban yang menjadi tipis setelah menempuh jarak ribuan kilometer atau juga yang sekunder karena penyebab yang lain seperti cedera waktu muda yang tidak segera diatasi, bentuk kaki yang terlalu O atau X, penyakit rematik dan asam urat, infeksi dan lain sebagainya. Baik primer maupun sekunder kerusakan yang terjadi sama yaitu rusaknya permukaan rawan sendi, pada stadium awal pengobatan dan pencegahan dapat berupa obat – obatan, suntik sendi, fisioterapi, olahraga  low impact dan arthroscopy surgery.

Pada stadium yang lebih lanjut diperlukan tindakan pembedahan yang lebih kompleks yaitu operasi pelapisan permukaan sendi dengan sendi buatan yang dikenal dengan istilah arthroplasty atau total knee replacement, tindakan ini bisa menuntaskan rasa kaku, nyeri, hambatan gerak dan meluruskan tulang lutut yang sudah bengkok. Prosedur pembedahan ini sangat popular di negara maju karena dapat memperbaiki kualitas hidup penderita di usia lanjut.

Semua tindakan ini sudah dapat dilakukan di Indonesia dengan hasil yang memuaskan, tentunya di rumah sakit yang mempunyai fasilitas dan tenaga dokter yang memiliki keahlian khusus untuk mengatasi penyakit – penyakit kompleks pada lutut.

Dr. Andito Wibisono Sp. OT FICS
Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi RS Mitra Kemayoran

Leave a Reply


two + 5 =