Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Penyakit Prostat – Penanganan Pembesaran Prostat Jinak

 

Penyakit Prostat – Pembesaran Prostat Jinak atau Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) adalah suatu pembesaran prostat yang disebabkan bertambahnya struktur kelenjar dan jaringan ikat. Merupakan proses yang normal terjadi pada pria usia lanjut, sesuai dengan bertambahnya usia. Lebih kurang 10% pria usia 40 tahun, 35% usia 50 tahun 70% usia 70 tahun dan lebih 90% pria usia 80 tahun akan mengalami penyakit prostat atau pembesaran prostat jinak. Salah satu teori yang menyebabkan terjadinya penyakit ini adalah pengaruh hormon testosteron yang diubah menjadi dihidrotestosteron di sel prostat.

prostatGejala klinis yang timbul berupa LUTS ( Lover Urinary Tract Symtoms ) yaitu :
1. Iritatif

  • Nochturia, kencing malam hari > 1x
  • Frekuensi, kencing > 8x
  • Urgency rasa terdesak ingin kencing

2. Obstructive

  • Pancaran kencing lemah
  • Harus mengedan saat kencing
  • Rasa tidak lampias setelah kencing
  • Harus menunggu bila ingin kencing

Pemeriksaan yang akan dilakukan untuk menangani penyakit prostat adalah :

  • Riwayat penyakit, dokter akan menilai ringan beratnya penyakit dengan menggunakan scoring.
  • Pemeriksaan colok dubur, untuk menilai perkiraan besarnya prostat dan deteksi dini adanya kanker prostat.
  • Transrectal Ultrasound, mengukur volume prostat secara lebih akurat, dan melihat adanya tanda-tanda kanker prostat.
  • Uroflowmetry, pemeriksaan pancaran kencing untuk melihat sampai sejauh mana sumbatan saluran kemih akibat pembesaran prostat.

Terapi pada penderita BPH tergantung dari berat ringannya penyakit

  • Bila ringan akan dilakukan observasi.
  • Bila sedang/berat dengan obat-obatan.
  • Bila sudah timbul komplikasi seperti retensi urin, infeksi saluran kemih berulang, hematuria berulang, batu buli, gangguan anatomi kandung kencing & gangguan ginjal atau gagal setelah pengobatan, harus dilakukan tindakan operasi.

Obat-obatan
Penanganan dengan obat-obatan ditujukan kepada penderita yang moderat dan berat, yang sudah merasa terganggu dengan kelainan yang timbul. Obat-obatan tidak ditujukan pada penderita yang telah mengalami komplikasi seperti penderita yang pernah mengalami kondisi dimana penderita tidak bisa berkemih, adanya batu kandung kemih dan gangguan fungsi ginjal. Pada penderita yang karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dioperasi, atau menolak untuk dilakukan tindakan bedah, penanganan dengan obat-obatan juga salah satu pilihan.

Tindakan Bedah Minimal Invasif
1. Transurethral needle ablation (TUNA)
2. Transurethral microwave thermotherapy (TUMT)
3. Ablasi dengan menggunakan laser

Indikasi dilakukannya tindakan bedah minimal invasive adalah penderita PPJ yang moderat atau berat yang keluhannya sudah mengganggu  penderita, gagal dengan obat-obatan, retensi urin, dan penderita yang tidak bisa dilakukan tindakan pembedahan, seperti menderita penyakit jantung yang beresiko untuk dilakukan operasi.
Tindakan Pembedahan
Tindakan pembedahan ditujukan kepada penderita PPJ dengan komplikasi, termasuk kondisi tidak bisa berkemih, infeksi saluran kemih berulang, kencing berdarah, batu kantung kemih, dan gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh PPJ.

Tindakan pembedahan yang sering dilakukan untuk penyakit prostat adalah :
a. Prostatektomi terbuka
prostatektomi terbuka adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengeluarkan jaringan prostat, dengan melakukan sayatan pada perut bawah. Biasanya dilakukan pada prostat yang sangat besar, atau pada penderita PPJ yang disertai batu kantung kemih yang besar.
b. Transurethral resection of the prostate (TURP)
TURP adalah tindakan bedah minimal invasive yang paling efektif saat ini untuk penanganan PPJ. TURP dilakukan untuk membuat jaringan prostat yang menyumbat saluran kemih bagian bawah. Tindakan TURP membutuhkan perumahan di rumah sakit 3-5 hari. Sebelum operasi dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan PSA untuk skrining kanker prostat, rekam jantung, foto dada, untuk menilai kelayakan pasien untuk menjalani operasi. Sebelum tindakan dilakukan pembiusan regional (spinal). Dokter urologi akan memasukkan alat endoskopi kedalam uretra (saluran kencing) untuk melakukan pembuangan jaringan prostat. Proses operasi akan berlangsung kurang lebih 1 jam. Setelah operasi pasien akan dipasang kateter uretra selama 3-5 hari atau akan dilepas bila urin telah jernih setelah pasien mobilisasi.

Komplikasi setelah Operasi :
1. Perdarahan kecil
2. Infeksi saluran kencing namun akan diberikan antibiotik untuk menangani infeksi ini.
3. Inkontinen (ngompol) dapat terjadi sementara
4. Disfungsi ereksi yang bersifat sementara
5. Retrograd ejakulasi, saat ejakulasi volume cairan semen yang keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali.
6. Striktur uretra, penyempitan saluran kencing bagian bawah.

Dr. Mahatma Putra, SpU
(Dokter Spesialis Bedah Urologi)

2 Responses to “Penyakit Prostat – Penanganan Pembesaran Prostat Jinak”

  1. avatar JU.Ginting says:

    Dear Dr.Mahatma
    Saya mengalami pembengkakan kelenjar prostat sehingga sudah tidak bisa lagi berkemih dan saya sudah di operasi oleh dr Urologi di RS Krakatau Medika ,Cilegon sudah hampir dua bulan yang lalu.
    Umur saya 59 tahun,
    Prostat saya kanker negatif sudah di check dilaboraturium dari sayatan kelenjar prostat saya yang dioperasi.
    Operasi yang dilakukan dengan memasukkan alat lewat lobang penis saya dan kelenjar prostat tersebut di sayat dan volume sayatan yang dibuang kira kira 40 cc. Sesudah sebulan dulu dioperasi saya dikontrol dan menurut hasil kontrol semuanya bagus .
    Akan tetapi sampai sekarang saya tidak merasa nyama dan perasaan sbb :
    1. Badan terasa lemah
    2. Sehabis berkemih ada terasa nyeri
    3. Obat obatan ada 3 macam diberikan dokter
    – Anti biotic
    – Penyembuhan pendarahan
    – Obat prostat
    4. Kalau ereksi bisa tapi sya disuruh puasa berhubungan dgn istri sampai 2 bulan
    Pertanyaan saya :
    – Kenapa sehabis berkemih ada terasa nyeri sampai sekarang
    - Kenapa tenaga saya tidak pulih

    Terima kasih

    J.U Ginting

    • nyeri post operasi Prostat memang tidak bisa cepat menghilang, biasanya akan menghilang perlahan lahan setelah 3 bulan post operasi dan baru benar – benar hilang rasa sakitnya setelah sekitar 6 bulan. rasa lemas tubuh yang bapak rasakan tidak berhubungan dengan operasi Prostat ini. Obt – obat yang diberikan dokter anda sudah baik dan komplit, tinggal menunggu pemulihannya saja yang memang tidak bisa cepat tetapi berjalan berangsu-angsur. Kami anjur kan anda untuk tetap konsultasi dan kontrol rutin dengan dokter yang mengoperasi Prostat anda supaya anda bisa terus mendapatkan oengobatan teratur sampai benar – benar tuntas. Terima Kasih


Leave a Reply


five + 6 =