Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Pencegahan Stroke dan Deteksi Dininya

Stroke merupakan penyakit sistem pembuluh darah otak. Di dunia merupakan pembunuh ketiga setelah penyakit jantung dan keganasan akan tetapi stroke merupakan sebab kecacatan tertinggi di dunia.

Sebagian pasien stroke meninggal dalam beberapa jam sampai hari setelah awitan, sebagian lainnya dapat bertahan hidup. Dari yang bertahan ini, sebagian sembuh sempurna dan kembali ke kehidupan normal seperti sebelumnya. Sebagian lainnya tetap dalam keadaan kecacatan yang berdampak pada kualitas hidup penderita. Bahkan tidak sedikit yang cacat berat, terikat ditempat tidur dan ketergantungan total pada orang lain.

Stroke tidak hanya berdampak pada pasien, juga mengenai keluarga dan orang orang dekat yang terlibat dalam perawatan pasien. Karena itu penting setiap orang mengenal lebih baik mengenai penyakit tersebut.

Angka kejadian stroke muda (< 45 tahun) makin meningkat. Untuk itu diperlukan pencegahan, baik primer (sebelum stroke terjadi) maupun sekunder (pencegahan jangan lagi terjadi stroke berikutnya setelah terjadi nya stroke). Setelah mengenal stroke, maka kita dapat melakukan pencegahan stroke yaitu dengan mengontrol faktor faktor resiko.

Apa itu Stroke ?
Stroke adalah penyakit yang timbul di pembuluh darah dalam otak
Penyakit stroke merupakan penyakit dimana gejalanya timbul langsung secara mendadak pada saat pembuluh darah otak tersumbat atau pecah.

Stroke dibagi 2 golongan :
1  Golongan Penyumbatan
2. Golongan Perdarahan

Penyebab :

1. Golongan Penyumbatan
~   Penyakit Jantung
~   Kolesterol tinggi
~   Kencing Manis
~   Aterosklerotik

2. Golongan  Pedarahan
~   Kelainan pembuluh darah  (AVM, Aneurisma )
~   Tekanan darah tingi
~   Kelainan darah
~   Obat obat Anti koagulan

Gejala Stroke

1. Mendadak nyeri kepala, pusing , muntah
2. Mendadak penurunan kesadaran
3. Mendadak lumpuh separuh badan
4. Mendadak tidak dapat bicara (aphasia)
5. Mendadak kejang
6. Mendadak melihat ganda, sulit menelan
7. Serangan otak sepintas (TIA) yang berulang
8. Demensia
9. Tidak dapat menahan b.a.b dan b.a.k (inkontinentia)
10. Ataxia dan kelemahan kedua tungkai

DIAGNOSA

1. Pemeriksaan fisik
2. CT scanning / MRI kepala

Pada dasarnya stroke harus dinyatakan sebagai kasus emergensi, seperti halnya serangan jantung (heart attack). Penggunaan istilah serangan otak (Brain attack) sekarang sudah digunakan sebagai pengganti serangan stroke di negara negara USA, Eropa dan Australi.

Diagnosa yang cepat (rapid assessment) dan penanganan yang cepat dapat mencegah stroke ulang dalam waktu pendek dan mengurangi derajat kecacatan (gejala sisa yang disebabkan oleh stroke).

Prinsip penanganan stroke berdasarkan ’ time is brain’ yang berarti 1,9 juta sel neuron mati pada tiap menit serangan stroke iskemik berlangsung. Karena itu pengobatan sedini mungkin serangan stroke mutlak harus dilakukan dan tiap orang harus mengenal tanda tanda awal dari stroke yang terdiri dari 3 tanda awal, yaitu :
1. tanda mulut mencong
2. pada perentangan kedua lengan kedepan salah satu lengan lebih rendah dari yang lain dan
3. bicara pelo.

Tidak dianjurkan melakukan pemeriksaan neurologik secara mendetail diluar rumah sakit. Bilamana didapatkan dugaan stroke, segera masuk rumah sakit yang memadai. Awitan stroke perlu diperhatikan untuk menentukan apakah awitan terjadi dalam kurun waktu kurang dari 3 jam (time window), berkaitan dengan terapi trombolitik.

KESIMPULAN

Stroke terdapat 2 golongan : Sumbatan dan perdarahan
Deteksi  dini sangat dibutuhkan
Terapi yang tepat, cepat akan mengurangi komplikasi dan kecacatan

Dr. S. Metta Yani, SpS


Dokter Spesialis Saraf RS Mitra Kemayoran Jakarta

Leave a Reply


6 × = forty two