Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Penyakit Hepatitis – Bahaya & Pencegahan Hepatitis B

Penyakit Hepatitis merupakan suatu proses inflamasi yang mengenai sel – sel hati yang ditandai dengan gejala – gejala mual, muntah, demam yang biasanya tidak begitu tinggi (S<39C), lemas, warna air seni menjadi gelap seperti air teh, diikuti dengan mata dan badan menjadi berwarna kuning. Ini dinamakan gejala klasik penyakit hepatitis.

Tidak jarang penyakit hepatitis mempunyai gejala yang sangat ringan, sehingga penderita tidak menyadari sudah terjangkit penyakit hepatitis.

Ada juga gejala hepatitis yang sangat berat, disertai penurunan kesadaran sampai koma dan kematian dapat terjadi dalam beberapa hari (Hepatitis Fulminan). Umumnya angka kematian pada hepatitis fulminan dapat mencapai 80%.

Penyebab Hepatitis antara lain:

  • Virus (Penyebab terbanyak, disebabkan oleh 7 macam virus)
  • Bakteri
  • Bahan kimia / racun
  • Obat – Obatan
  • Alkohol
  • Dan lain – lain (metabolisme abnormal)

Saat ini ada 7 macam virus penyebab penyakit hepatitis yang sudah diketahui:

    • Virus Hepatitis A, penyebab Hepatitis A
    • Virus Hepatitis B, Penyebab Hepatitis B
    • Virus Hepatitis C, penyebab Hepatitis C

  • Virus Hepatitis D, penyebab Hepatitis D, harus ada co-infeksi dengan Hepatitis B
  • Virus Hepatitis E, penyebab Hepatitis E
  • Virus Hepatitis G, penyebab Hepatitis G
  • Virus TT

HEPATITIS B
Epidemiologi

  • Menurut data WHO dan CDC (USA), dari 6 Milyar penduduk dunia, 2 Milyar penduduk pernah terinfeksi Hepatitis B, 300-400 juta penduduk mengidap Hepatitis B kronis.
  • 15-25% dari pengidap Hepatitis B kronis meninggal karena sirosis hati dan kanker hati
  • Menurut data tahun 2003 jumlah pengidap Hepatitis B kronis di Indonesia berjumlah 13,3 juta orang dan mempunyai resiko mendapat kanker hati 223x populasi normal.

PERJALANAN PENYAKIT
Hepatitis B disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV, Virus DNA). Virus ini dapat ditemukan didalam darah, air liur, cairan sperma, cairan vagina penderita hepatitis B.

Penyakit Hepatitis
B dapat ditularkan melalui 2 cara:

  • Penularan Vertical. Penularan dari ibu pengidap hepatitis B ke bayi, yang terjadi saat melahirkan atau didalam kandungan.
  • Penularan Horizontal.Penularan antar individu yang terjadi melalui:
    1. Jarum suntik yang dipakai bersama, pisau cukur, tatto, tindik telinga, jarum akupuntur yang tidak steril, kontak melalui luka terbuka.
    2. Kontak dengan selaput lendir, dimana virus dapat masuk kedalam aliran darah melalui luka kecil diselaput lendir yang terjadi dengan cara : Hubungan seksual dengan pengidap Hepatitis B, berciuman.

Masa tunas (Inkubasi) hepatitis B berkisar 6 minggu – 6 bulan. Umumnya pada orang dewasa yang terkena infeksi Hepatitis B, 90% dapat sembuh dan timbul kekebalan terhadap virus hepatitis B. Sisanya 5-10% infeksi menetap dalam hati menjadi infeksi kronis yang selanjutnya dapat menjadi sirosi hati dan kanker hati dikemudian hari. Pada infeksi yang terjadi secara vertikal, 90% bayi paad infeksi kronis :

  1. Mengeliminasi atau menekan secara permanen hepatitis B Virus dengan demikian akan mengurangi nekroinflamasi hati (kadar HBV DNA sampai tak terdeteksi oleh pemeriksaan darah di laboratorium).
  2. HbeAG hilang dan anti Hbe (+)
  3. Fisik dan laboratorium (Fungsi hati) normal.

Pengobatan yang tersediaan saat ini:
Interferon : Bekerja dengan cara memodifikasi sistem kekebalan tubuh sehingga mampu menghancurkan sel hati yang mengandung virus hepatitis B (Interferon  @2a)

Anti virus : bekerja dengan cara menekan perkembang-biakan virus, sehingga pembentukan virus baru terhenti.

Jumlah virus yang tinggi berkaitan erat dengan kerusakan hati dan resiko terjadinya kanker hati.

PENCEGAHAN

Pencegahan Umum :

  • Hindari kontak seksual dengan penderita Hepatitis B, termasuk kontak dengan cairan tubuh seperti ludah dan cairan sperma.
  • Hindari pemakainan alat suntik tidak steril, alat tindik, tatto, pemakaian narkoba suntik, berganti – ganti pasangan.
  • Skrining ibu hamil pada awal dan pada trimester ke-3 kehamilan

Pencegahan Khusus :
Imunisasi Aktif

Tujuannya adalah memotong jalur transmisi melalui program imunisasi bayi baru lahir dan kelompok resiko tinggi tertular Hepatitis B.

Sasarannya adalah :

  1. Bayi baru lahir dalam 12 jam pertama
  2. Anak dan remaja yang belum pernah diimunisasi
  3. Individu berisiko terpapar HBV berdasarkan profesi kerja
  4. Tenaga Medis
  5. Pasien Hemodialisa
  6. Penyalah guna obat
  7. Homoseksual, PSK, Heteroseksual dengan penderita HBV
  8. Kontak serumah dan kontak seksual dengan penderita HBV
  9. Individu yang berpergian ke area endemis HBV
  10. Kandidat Transplatasi

Untuk mencapai tingkat serokonversi yang tinggi dan konsentrasi anti HBs protektif (>10 U/ml), imunisasi diberikan dengan jadwal 0,1,6 bulan.

Efektifitas vaksin dalam mencegah HBV adalah 90-95%. Dalam keadaan normal, memori system imun dapat menetap sampai 12 tahun.

Pada kelompok non responder, diberi  vaksinasi tambahan 1-3 kali, bila sesudah 3x vaksinasi tambahan tidak terjadi serokonversi (tidak timbul antibody), tidak perlu imunisasi tambahan lagi.

Pemeriksaan serologi (anti HBs) pasca vaksinasi tidak rutin dilakukan, kecuali pada :

  • Tenaga kesehatan seperti dokter, perawat
  • Bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAG (+)
  • Pada penderita yang rutin menjalani hemodialisa, penderita AIDS (Immunocompromised person)
  • Pasangan suami / istri penderita Hepatitis B

IMUNISASI PASIF

  • Pada bayi yang lahir dari ibu dengan HbsAG (+) diberikan HBIg (Hepatitis B Immunoglobulin) dalam waktu kurang dari 12 jam, diikuti oleh pemberian vaksin.
  • Profilaksis (Pencegahan) pasca paparan :
  • Needle stick injuri dari sumber dengan HbsAg (+), HBIg diberikan dalam waktu kurang dari 48 jam.
  • Kontak seksual dengan penderita HbsAG (+), HBIg diberikan dalam waktu kurang dari 14 hari.

Faktor penyebab kegagalan pada vaksinasi :
Faktor Vaksin
–    ”Cold Chain” yang tidak baik
–    Jadwal pemberian yang tidak tepat waktu
Faktor Individu
–    Penderita gagal ginjal / kadar kreatinin yang tinggi
–    Usia, semakin dini diberikan, respon semakin baik
–    Pada orang dengan gangguan kekebalan tubuh
(immunocompromised), penderita AIDS, Ko-infeks dengan virus hepatitis C
Pada individu yang non responder setelah 3x pemberian vaksinasi, dapat diberikan vaksinasi tambahan 2 bulan berturut 0 turut setelah vaksinasi yang terakhir.

Pada suatu study, didapatkan pemberian vaksinasi secara intradermal 20 ug, 5 x berturut – turut memberikan hasil yang baik pada individu non responder.

Saat ini sedang dilakukan studi vaksin baru yang dinamakan triple antigen vaksin yang memberikan respon lebih baik dari vaksin yang ada saat ini.

PENUTUP

Hepatitis B merupakan masalah global, khususnya di Indonesia dimana prevalensi penyakit ini masih sangat tinggi. Pentingnya deteksi dini, pencegahan penularan dengan pencegahan umum dan vaksinasi mempunyai peran yang sangat penting.

Penderita Hepatitis B kronis harus ditangani dengan baik untuk mencegah terjadinya sirosis hati dan kanker hati. Saat ini sudah tersedia interferon dan obat – obat anti virus untuk menekan kadar virus hepatitis B didalam darah seminimal mungkin. Yang dilahirkan dari ibu pengidap hepatitis B kronis akan menjadi pengidap hepatitis B kronis.

Pada seseorang yang terkena infeksi Hepatitis B, marker (Petanda) pertama yang  muncul adalah HbsAg. Umumnya HbsAg akan menghilang empat sampai delapan minggu kemudian. Jika lebih dari 6 bulan, darah penderita masih terdapat  HbsAg, maka dianggap penderita  Hepatitis B kronis. Dengan berjalannya waktu, sebagian penderita Hepatitis B kronis dapat menjadi sirosis hati atau kanker hati.  Pada sirosis hati dapat terjadi pelebaran pembuluh darah di tenggorokan (varises esophagus) dimana dinding pembuluh darah sangat tipis dan jika pecah dapat menimbulkan perdarahan yang hebat (muntah darah dan BAB hitam) yang dapat menimbulkan kematian. Penderita juga dapat mengalami penurunan kesadaran sampai koma (koma hepatikum).

Jika seseorang pada pemeriksaan didapatkan HbsAg (+), maka harus diperiksa HBe Ag, Anti Hbe dan HBV DNA.

MARKER / PETANDA HEPATITIS B

HbsAg            : Infeksi virus Hepatitis B atau karier
HbeAg           : Virus sedang berkembang biak (fase aktif, infeksius)
HBV DNA    : Adanya virus Hepatitis B dalam darah, Viremia / ada kuman dalam darah
Anti HBs       : Penderita sembuh, atau timbul kekebalan setelah vaksinasi
Anti Hbe       : Virus non aktif (Tidak berkambang biak)
Anti HBc       : Infeksi kronis atau infeksi masa lampau

PENGOBATAN

Pada infeksi akut :
1.    Penderita harus melakukan tirah baring, pada keadaan yang berat, perlu dirawat di rumah sakit.
2.    Dapat diberikan obat – obat yang melindungi fungsi hati (hepato protector).

Dr. Taswin Prawira, SpPD (Spesialis Penyakit Dalam)

28 Responses to “Penyakit Hepatitis – Bahaya & Pencegahan Hepatitis B”

  1. avatar Nadya says:

    Selamat pagi, saya ingin bertanya. Jika penularan hepatitis b dpt melalui air liur, apakah dengan memakan makanan yg telah d makan oleh penderita (sharing food) yg mgkn saja telah terkontaminasi air liurnya dpt tertular?

    Mohon penjelasannya. Terima kasih

    • Penularan Hepatitis B melalui cairan tubuh dari penderita Hepatitis B, Cairan tubuh yang penularannya paling tinggi adalah Darah penderita, tapi penularan pun bisa melalui sperma , air liur maupun keringat walau intensitasnya memang lebih kecil dibandingkan melalui daeah. Jadi penularan melalui sharing food masih mungkin bisa terjadi, Terima Kasih

  2. avatar deshi says:

    selamat siang, saya mau tanya, apakah seseorang yang sudah positif hepatitis bisa diberikan vaksin?
    terima kasih sebelumnya.

  3. avatar Rara says:

    obat apa saja yang dapat melindungi fungsi hati dan menekan prkembangan virus Hepatitis B?

    • Ada beberapa jenis obat-obat anti virus hepatitis B, Tetapi yang mana yang cocok buat penderita yang bersangkutan, harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum di berikan obat-obat tersebut. kami anjurkan anda untuk mengkonsultasikan dahulu masalah anda ini ke dokter spesialis Penyakit dalam khusus yang menangani masalah Hati agar bisa mendapat pengobatan yang tepat sasaran, Terima Kasih

  4. Anak muda indonesia dengan konsumsi alkohol yang tinggi sangat rentan terkena hepatitis B ataupun hepatitis lainnya. penggunaan obat obatan serta bahan kimia lainnya juga dapat menyebabkan munculnya penyakit tersebut.

    • Alkohol memang bisa menyebabkan kerusakan hati denagn penimbunan lemak yang berlebihan di dalam hati sehingga merusak fungsi hati itu sendiri. Hal ini dikenal sebagai Hepatitis induced by drug. Jadi bukan menyebabkan terjadinya Hepatitis B. Hepatitis B sendiri disebabkan oleh Virus Hepatitis B yang ditularkan melalui terpaparnya kita dengan darah penderita Hepatitis B tersebut. mis melalui suntikan, donor darah dsbnya. Terima kasih

  5. avatar boby says:

    Dok..brapa persen kemungkinan penyakit hepatitis b terjadi bila seorang bayi tidak di imunisasi ?

  6. avatar Ahmad says:

    Dok..saya d vaksin 2 bln yg lalu, trus bln kmarin kena tipes, jd g bisa vaksin dan bulan ini rencana vaksin hep B..apa vaksin pertama tersebut g berpengaruh?ato harus ngulang k vaksin awal lg?

    • Kami mohon maaf bila belum bisa menjawab. Kami tidak jelas mengenai jenis vaksin apa yg anda dapatkan 2 bulan lalu. Mohon diperjelas pertanyaannya, terima kasih.

      • avatar ahmad says:

        Pada bulan april tgl 15 saya vaksin hepatitis b, kmudian jadwal vaksin kdua tgl 15 mei, tp saat itu saya sakit tipes..kata klinik’y klo terlambat itu maksimal 1 minggu stelah 15 mei..nah pada tgl 15 juni besok saya rencana mau mlanjutkan vaksin’y..apa saya mlanjutkan k vaksin kdua ato saya balik lagi k vaksin pertama?

  7. avatar ahmad says:

    Dok..si A pernah mgalami kjadian yg beresiko tertular hepatitis b, 3 hari kmudian d cek hbsag dan anti hbsag negatif, kmudian 15 hari kmudian vaksin hepatitis b..stelah 2 bulan d cek lg hbsag negatif dan anti hbsag positif, kmudian dia nglanjutkan vaksin yg kdua..apakah si a ini msh beresiko terjangkit hepatitis b akibat kjadian itu?

    • Anti HbsAg positif menandakan bahwa pasien sudah mempunyai antibody terhadap virus Hepatitis B sehingga bila ada virus Hepatitis B yang masuk, tubuh pasien sudah mempunyai benteng pertahanannya untuk melawan virus Hepatitis B tersebut, sehingga tidak terjangkit virus Hepatitis B tersebut. Kecuali bila daya tahan tubuh kita sedang sangat lemah, bisa saja kita terjangkit virus Hepatitis B tersebut, tetapi dengan antibody yang ada didalam tubuhnya, pasien akan lebih cepat pulihnya, sembuh dari penyakitnya lebih cepat. Terima Kasih

  8. avatar ahmad says:

    Dok..utk mgetahui pasti kita tdk tertular hepatitis C itu cek anti HCV stelah berapa bulan?sy baca2 artikel masa inkubasi’y koq macam2 ada yg sampai 12 minggu dan ada yg sampai 22 minggu..

    • Pemeriksaan Hepatitis C setelah kontak dengan penderita seperti tertusuk atau pegang darah penderita, biasanya dilakukan secara serial. saat kita terkontak kemudian tiap 3 bulan. Bila hasil negatif 4 kali, pasien bisa dinyatakan bebas dari hepatitis C. Terima Kasih

  9. avatar heni indriastuti says:

    apakah bayi lahir dg ibu HbSAg (+)dan setelah diperiksa bayinya HbSAg nya juga (+) perlu imunisasi Hep 12 jam I?

    • Bila terdeteksi adanya hasil HbsAg(+) pada bayi yang baru lahir, 12 jam pertama biasanya akan disuntikan imunisasi khusus yang sifatnya untuk membunuh virus hepatitis B yang terdapat didalam darah bayi akibat terpapar oleh ibu bayi tersebut. jadi imunisasi nya bukan yang biasa aeperti yang dilakukan secara umum. Dan biasanya memang dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir. Terima kasih

  10. avatar Ayris says:

    Dok,
    Apakah Virus hepatitis B (hbeag non reaktif) bisa di sembuhkan atau akan tetap bersarang dalam tubuh??

    Terimakasih

    • HbsAg atau HbeAg dengan hasil NON REAKTIF, menandakan bahwa di tubuh anda tidak terdapat virus hepatitis B, jadi tidak perlu dilakukan pengobatan apapun. Tetapi perlu dipikirkan untuk dilakukan imunisasi agar anda mempunyai kekebalan terhadan Hepatitis B bila hasil anti HbsAg nya negative. Terima Kasih

  11. avatar Maria says:

    Dok, saya barusan berbicara dengan penderitahepatitis B cukup dekat (bersebelahan) tapi tidak sampai ada kontak apa2, hanya berbicara dan saling menukar alat tulis (bolpoin dan buku). Apa bisa saya tertular hepatitis B?

    • Penularan Hepatitis B melalui cairan tubuhnya, terutama melalui darah, bisa pula melalui air liur dan sperma. Jadi anda tidak perlu takut, kalau hanya bicara dan tukar menukar alat tulis dan duduk berdekatan, tidak akan menular ke anda, Terima Kasih

  12. avatar Robert.thomas108@gmail.com Robert says:

    Apa kah hbsag reactive bisa sembuh dok

    • Tidak bisa disembuhkan secara total tetapi dengan obat-obat yang ada, bisa dinonaktifkan. Dan selama tubuh kita terjaga kesehatannya, virus Hepatitis B akan tetap diam, tetapi bila kita kurang istirahat dan terlalu capai sehingga kondisi kita memburuk maka virus Hepatitis B akan aktif kembali. Terima kasih

  13. avatar Nenden says:

    Hi dok,

    Saya sekitar 1 bulan yang lalu mengalami demam tinggi bersamaan dengan muntah dan diare. Hari berikutnya saya ke RS, lalu dokter menyuruh untuk cek darah, memberikan obat lambung dan penurun panas serta menyarankan agar melakukan USG Abdomen.

    Seminggu kemudian, saya melakukan USG Abdomen dan menurutnya di hati saya terdapat bintik2, dia mendiagnosa saya terkena penyakit hati. Dokter pun menyarankan agar cek darah lagi (fungsi hati, hepatitis A, B dan C). Hasilnya adalah Non reaktif. lalu dokter menyarankan daya agar melakukan imunisasi hepatitis. Namun saya belum melakukan imunisasi.

    Apakah apa yang saya lakukan sudah cukup sampai cek fungsi hati saja? atau memang harus dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu imunisasi.

    Jika harus imunisasi, di RS tempat saya berobat tidak tersedia vaksinnya. Apakah di RS Kemayoran tersedia? Jika ya, apakah saya harus melakukan serangkaian test sebelum imunisasi atau bisa langsung imunisasi?

    Trims

    • Bagaimana dengan keluhan anda saat ini, apakah masih terdapat gejala-gejala yang lain atau kondisi fisik anda sudah pulih secara keseluruhan ? Bila memang sudah pulih. kita bisa melanjutkan ke tahap berikutnya dengan melakukan imunisasi Hepatitis nya.

      Di RS Mitra Kemayoran , kami menyediakan Vaksin untuk Hepatitis A dan Hepatitis B. Anda bisa datang sambil membawa semua hasil pemeriksaan terhadap Hepatitis tersebut, agar tidak dilakukan pemeriksaan darah ulang. Dan hasil laboratorium untuk Hepatitis ini hanya berlaku untuk masa 3 bulan, bila lewat dari 3 bulan, terpaksa akan dilakukan pemeriksaan ulang Hepatitis nya. Sedang untuk Hepatitis C, memang belum ada vaksinasinya dimanapun. Terima kasih

  14. avatar Robert.thomas108@gmail.com Robert says:

    Ooo masih ngak ada obat yg khusus utk penyakit ini kah dok


Leave a Reply


8 − = five