Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Ingin Cepat Punya Anak ?

PERNIKAHAN tanpa hadirnya anak sering menjadi pemicu pertengkaran pada pasangan suami istri. Namun terkadang seorang suami harus dihadapkan pada kenyataan bahwa sang istri kurang subur.

Infertilitas yang pada masyarakat awam sering disebut sebagai mandul/kemandulan sebenarnya merupakan suatu keadaan dimana pasangan suami istri mengalami kesulitan mendapatkan keturunan/ tidak menghasilkan kehamilan setelah satu tahun ( atau 6 bulan bila pasangan berusia 35 tahun ) berhubungan seksual tanpa kontrasepsi. Keadaan ini bisa disebabkan salah satu baik itu istri maupun suami, atau bisa karena keduanya.

Infertilitas adalah ketidakmampuan suatu pasangan suami istri untuk hamil selama 1tahun dengan senggama yang teratur dan tanpa kontrasepsi.

PREVALENSI
10,5% Wanita  usia subur ( USA, 1995)

Fakta Penting :

  • Perokok atau peminum alkohol berat dapat mempengaruhi tingkat kesuburan
  • Usia, kondisi kesehatan umum ( mis ; kencing manis tak terkontrol, gangguan kelenjar tiroid ) dapat mempengaruhi kesuburan
  • Faktor resiko kehamilan yang terus meningkat pada wanita di atas 35 tahun
  • Usia Ibu
  • Frekuensi senggama
  • Penggunaan Kontrasepsi sebelumnya
  • Pekerjaan
  • Kopi
  • Rokok
  • Alkohol
  • Stress

Gangguan Kesuburan
Terjadinya kehamilan ditentukan oleh keadaan kesuburan suami dan istri serta keadaan organ reproduksi. Kalau kesuburan kedua pihak normal dan tidak ada gangguan pada organ reproduksi, kehamilan mudah terjadi.
Kesuburan pada seorang wanita biasanya dimulai dari usia 12 tahun hingga 48 tahun. Anda belum mengetahui tanda-tanda wanita subur? Berikut ini ada tips sederhana yang bisa membantu Anda.

Lain halnya kalau kesuburan terganggu atau terjadi gangguan pada organ reproduksi, akan terdapat hambatan untuk terjadinya kehamilan. Lebih jauh, bahkan kehamilan tidak mungkin terjadi.

Selain itu, terjadinya kehamilan juga ditentukan oleh fungsi seksual dan frekuensi melakukan hubungan seksual. Gangguan fungsi seksual tertentu, misalnya ejakulasi dini yang berat atau vaginismus pada wanita, menghambat terjadinya kehamilan.

Beberapa faktor penyebab pada pria

  • Gangguan pada testis misalnya kelainan jumlah, gerakan maupun bentuk sperma.
  • Masalah eraksi dan ejakulasi.
  • Saluran sperma tersumbat.
  • Telah mengalami vasektomi dimasa lalu.
  • Terdapat antibodi anti sperma
  • Kurangnya jumlah sperma sehat dan aktif
  • Sumbatan saluran pada buah zakar
  • Gangguan ejakulasi

Beberapa faktor penyebab pada wanita

  • Endometriosis dan radang atau infeksi  pada organ reproduksi.
  • Saluran telur (tuba) tersumbat, gangguan ovulasi.
  • Rahim yang tidak normal.
  • Antibodi anti sperma pada tubuh ibu.
  • Kegagalan indung telur untuk melakukan pembuahan
  • Sumbatan pada saluran tuba Fallopi ( saluran dari indung telur menuju rahim )
  • Tumor dalam rahim
  • Endometriosis

Faktor laki-laki  ( 30%)

Faktor wanita :

  • Ovulasi (20%)
  • Peritoneal Tubal (20%)
  • Rahim (5%)

Tidak diketahui (25%)

FAKTOR OVARIUM

  • Hiperprolatin
  • Premature Ovarian Failure
  • Policystic Ovarian Disease
  • Hipothalamic Amenorhea

FAKTOR TAK TERJELASKAN  (UNEXPLAINED INFERTILITY)
•    Bila setelah diadakan pemeriksaan lengkap tidak dapat ditemukan gangguan atau kelainan yang dapat menerangkan penyebab ketidaksuburan pasangan ini dan dinyatakan normal tetapi tidak dapat hamil.

Tindakan-tindakan yang dilakukan:

  • Kadar FSH / E2 haid hari ke 2-3
  • Histerosalpingografi  (HSG)
  • Perawatan Prekonsepsional
  • Laparoskopi (Optional)
  • Pemeriksaan infertilitas menyeluruh yang mengikutsertakan suami dan istri
  • Riwayat penyakit sebelumnya termasuk pada organ reproduksi ( mis infeksi kelamin,keputihan,dll)
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan darah untuk melihat ketidakseimbangan hormonal
  • Analisa sperma
  • Diambil setelah 3 hari tidak berhubungan seksual
  • Pemeriksaan untuk memastikan apakah wanita mengalami ovulasi dan tidak ada sumbatan pada salurannya.
  • Pemeriksaan ovulasi  meliputi
  • Memeriksa suhu badan setiap pagi pada waktu bangun tidur dan mencatatnya dalam suatu grafik khusus ( tanda ovulasi bila terjadi sedikit kenaikan suhu badan pada pertengahan siklus haid )
  • Memeriksa perubahan airan leher rahim
  • Memeriksa kadar hormon dalam darah
  • Memeriksa indung telur dengan USG selama ovulasi
  • Pemeriksaan HSG ( histerosalphingografi ) dapat melihat sumbatan pada saluran tuba Fallopi
  • Senggama Alamiah   ( Dengan / tanpa obat penyubur )
  • Inseminasi  ( Dengan / tanpa obat penyubur)
  • Bayi Tabung

BAYI TABUNG

IVF :
yaitu pembuahan di luar rahim dengan cara mengambil sel  telur ibu dan mencampur sperma dari suami di luar rahim  yang dikenal sebagai pembuahan buatan atau bayi tabung .
ICSI :
Sperma suami tidak memenuhi syarat, penyuntikkan satu sel Spermatozoa suami langsung kedalam plasma ( sel telur ).

PESA/MESA/TESA : bila sperma suami tidak didapatkan akan dicari sperma dari testis suami melalui operasi kecil yang disebut MESA : (Micro Surgical Epididymal Sperm Aspiration) atau dari testis (TESE : Testicular Sperm Extration) dan karena jumlahnya sedikit maka dilakukan tindakan ICSI)

Dr. Yahya Darmawan, SpOG
RS Mitra Kemayoran

Leave a Reply


7 + two =