Informasi & Promosi

Dapatkan Informasi / Promosi Layanan Kesehatan RS. Mitra Kemayoran Dengan Mengisi Data Dibawah ini:


Headline

Posts Tagged ‘olahraga’

Olahraga Tapi Perut Masih Buncit, Kenapa Begitu?
Disadur dari : http://hobby-iseng.blogspot.com/2012/11/sudah-olahraga-tapi-perut-masih-buncit.html

Dr. Michael Triangto, SpKO (Spesialis Kedokteran Olahraga)
RS Mitra Kemayoran

Mengecilkan perut yang terlanjur buncit biasanya jauh lebih sulit daripada sekedar menguruskan badan. Meski berat badan sudah turun dan sepintas tampak lebih kurus, bagian perut seringkali masih tampak menonjol seperti orang hamil.

“Kadang sudah olahraga dan celananya sudah terasa lebih longgar di pinggang, tapi perut masih bulat. Tidak apa-apa, itu sudah ada kemajuan namanya,” kata Dr Michael Triangto, SpKO, ahli kesehatan olahragadari RS Mitra Kemayoran saat dihubungi detikHealth, Rabu (16/5/2012).

Menurut Dr Triangto, mengecilkan perut memang tidak bisa dilakukan secara instant. Ketika berat badansudah berkurang, itu artinya telah terjadi pembakaran lemak-lemak yang selama ini menumpuk meski masihharus dituntaskan lagi karena belum mendapatkan bentuk perut yang ideal.

Setelah lemaknya banyak berkurang, bentuk tubuh yang bagus baru bisa didapatkan dengan melakukan latihan beban. Latihan ini akan mengencangkan otot-otot yang mengendur, sehingga tampak lebih rata setelah terlebih dahulu timbunan lemak yang melapisinya dihilangkan.

“Lemaknya dihilangkan dulu dengan latihan kardio, tidak boleh langsung diberi latihan beban. Perut buncit itu kan memang punya risiko lebih tinggi untuk mengalami masalah jantung dan pembuluh darah, jadi lemaknya dikurangi dulu baru dibentuk,” lanjut Dr Triangto.

Selain berbahaya, langsung memaksakan diri dengan latihan beban saat baru awal-awal mengecilkan perutbuncit justru akan membuat bentuknya makin tidak karuan. Ukuran perut mungkin bisa menjadi lebih kecil, namun bentuknya belum tentu rata seperti yang diharapkan.

“Jika langsung diberi latihan beban, otot akan mengeras. Ukuran otot cenderung membesar, tapi bisa juga mengecil meski tidak rata. Karena itu memang sebaiknya dimulai dengan latihan kardio, agar pembakaran lemak meningkat dan tidak ada risiko ototnya membesar,” jelas Dr Triangto.

Tulang Punggung Normal vs Scoliosis

Tulang Punggung Normal vs Scoliosis

http://rileksmedia.com/index.php/didyouknow/artikel/20120604091934/Anda-Perlu-Tahu-Hubungan-Olahraga-SkoliosisAnda Perlu Tahu Hubungan Olahraga & Skoliosis!

Dengan berolahraga banyak yang berharap akan memperoleh tubuh yang tegap dan sehat, sayangnya bila tidak berhati-hati bukan menjadi tegap malah dapat mengalami gangguan postur yang dikenal sebagai skoliosis.

Skoliosis sendiri adalah gangguan pada tulang belakang yang berbentuk huruf “S” atau dapat juga seperti “C” yang pada akhirnya akan mengubah postur tubuh dan juga efisiensi gerak tubuh dan berakhir dengan munculnya keluhan pada otot leher, punggung dan pinggang. Selain berupa kelainan bawaan ternyata skoliosis juga dapat terjadi pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah mengalami kelainan tulang belakang namun setelah melakukan latihan olahraga yang berat dalam waktu yang panjang baru disadari kalau bahunya menjadi miring seperti penderita skoliosis.

Hal ini dimungkinkan terjadi akibat latihan yang berlebihan hanya pada salah satu sisi tubuh saja. Otot yang lebih terlatih tersebut akan menimbulkan ketidakseimbangan perkembangan otot dan menarik tulang belakang yang sebelumnya normal menjadi melengkung sehingga tampak membesar pada area punggung dan dada  disalah satu sisinya saja. Contoh olahraga yang mendominasi salah satu sisi tubuh adalah tennis lapangan, bulutangkis, squas, baseball dan semua jenis olahraga yang lebih banyak melatih pada salah satu sisi saja.

Dengan demikian dapat disimpulkan kelainan postur tubuh skoliosis dapat terjadi pada siapa saja baik yang sebelumnya sudah memiliki “bakat bawaan” ataupun yang sebelumnya normal namun senantiasa melakukan latihan berat layaknya atlet tentunya dapat dipahami sebagai bagian dari resiko pekerjaan. Tindakan ekstra hati-hati lebih ditujukan bagi yang sebelumnya sudah memiliki kelainan namun ingin selalu berolahraga berat untuk selalu memeriksa simetri tubuhnya agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan yang serius dikemudian hari.(MT)